Theme Preview Rss

Habis Manis Sepah di Bakar #1

Postingan ini serius dikit, tidak apalah sebab ini blog saya. Terserah saya mau tulis apa aja di sini. Mungkin postingan berikut sedikit jijay bajay. Saya tidak menganjurkan anda semua untuk membacanya. Saya juga tidak berharap anda membacanya. Ini cuma keinginan saya untuk mengeluarkan semua kegalauan dan psikis saya yang hancur lebur tapi saya memendamnya. Tied together with smile.

Mau bagaimana lagi, saya rasa ini memang penting diungkapkan, sebab saya menderita sekali karna ini. Saya pasti 100 persen menangis kalau ingat kejadian ini. Dan saya telah melalui banyak perjuangan keras dengan diri sendiri untuk mencoba "get over it". Sebuah perjuangan yang paling melelahkan di dunia ini. Dan sayangnya saya tidak pernah bisa untuk tidak ingat kejadian ini. And its killing me.

Its Killing Me

Terlalu berlebihan? i dont care. Akhirnya saya meminta bantuan seorang teman, tapi saya bingung menceritakannya bagaimana. Dan saya mencoba mengungkapkannya lewat blog ini. Sekali lagi saya tidak mengharapkan anda membacanya. Cukup tekan tanda silang sekarang.

Kekerasan Fisik Terhadap Perempuan.
Pemukulan rasanya memang terlihat sangat sepele, apalagi bagi kaum adam, pemukulan hanyalah hal biasa. Tapi bagaimana dengan kaum Hawa? terlihat sepele kah? mungkin ada sebagian yang menjawab itu sepele, ada juga yang tidak. Saya termasuk orang yang paling keras untuk menentang dibolehkannya seorang lelaki memukul seorang wanita, dengan alasan apapun!!!

Karena saya mengalaminya, saya tahu bagaimana rasanya.

Saya dipukul, bukan pukulan biasa. Sebuah hook. Saya dipukul layaknya karung beras yang dipukul Mike Tyson.

Efek fisik?? tentu saja ada. Saya pusing-pusing setelah itu. Efek psikis?? LUAR BIASA!! inilah mengapa saya menentang keras seorang laki-laki memukul wanita. Efek psikis yang dihasilkan luar biasa besar dan berbuntut panjang.

Psikis saya benar-benar hancur.

Dan parahnya lagi, ketika saya mencoba untuk menguatkan diri, membangun kembali mental saya yang rusak, saya tidak bisa menceritakannya kemanapun. Mungkin ada jutaan wanita yang mengalami kekerasan fisik mengalami hal yang sama. Alasannya sangatlah sederhana. Menceritakan tidak akan berguna sebab pada akhirnya si wanitalah yang akan dipojokkan. Tentu saja akan menambah beban batinnya. Ini seperti lingkaran setan.

Mungkin saya dipukul karna saya bertingkah. Saya bertingkah karna dipihak yang sama juga bertingkah. Saya bertingkah melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak saya lakukan. Saya ingin tahu bagaimana perasaannya jika saya melakukan yang biasa ia lakukan. DAN SAYA TIDAK BENAR-BENAR MELAKUKANNYA. Sementara ia benar-benar melakukannya dan saya dipukul karena mencontoh bohongan perbuatannya.

Apakah saya berzina, mabuk-mabukan, menyakiti orang tua saya? TIDAK. Kalau alasannya itu mungkin memang pantas saya dipukul.
Apakah saya berteriak terlalu keras, mengatakan kata-kata kasar? TIDAK. Saya diam. Bahkan saya tidak mengatakan apapun.

Akibat dari itu , peristiwa pemukulan yang saya tidak tahu bagaimana menyelesaikannya secara batin, saya menjadi luar biasa benci pada laki-laki, man-hater, lebih gila daripada sebelumnya. Terlalu liar malah. Saat saya mengungkapkan kebencian ini, banyak yang langsung menjudge bahwa saya adalah wanita yang tidak menerima kodrat, tidak bersyukur, tidak beragama. Penilaian yang malah membuat saya semakin terombang-ambing. Karena jawabnya tidak pernah ditemukan, ujung-ujungnya yang ada hanyalah penilaian pada diri saya.

Saya menyadari sesungguhnya, man-hater dan kebencian itu berujung dari satu pernyataan setelah peristiwa pemukulan itu. Saya bertanya-tanya "Mengapa laki-laki mempunyai kekuatan dominan yang membolehkan mereka memukul seorang wanita?"

Saya tahu tidak seharusnya saya seperti itu. Saya berjuang keras melawan diri saya untuk menerima dan melenyapkan kebencian terhadap lelaki. Semakin keras saya berjuang semakin timbul banyak pertanyaan yang kadang tidak masuk akal.

Dan ketika saya berjuang untuk "let it out", saya merasa saya sendiri, sendirian, sendirian. I walk alone. Ini merupakan bagian yang paling buruk. Saya tidak tahu lagi harus berlari kemana. Apa lagi yang harus saya lakukan lagi. Tentu saja ujung-ujungnya yang bisa perempuan lakukan hanyalah menangis.
 
Bagaimana dengan sang pemukul? tentu saja, dia hanyalah bagian dari kaum Adam yang menganggap sepele masalah pemukulan. Dia bilang saya terlalu membesar-besarkan. Kemudian tertawa santai seperti tidak terjadi apapun. Ketika saya bertanya mengapa dan saya meminta pertolongan, tentu saja dia memojokkan, bahwa semua ini adalah salah saya seutuhnya dan saya tidak berhak sama sekali untuk membela diri.

Tentu saja si dia ini menjanjikan kepada perempuan lain. Saya yang dipukul, saya yang menelan arang, tetapi kenyamanan diberikan kepada perempuan lain.

Saya mungkin memang tidak pernah dihargai sebagai seorang perempuan. Saya hanya dianggap makhluk yang berjenis kelamin perempuan.

Dengan tidak berujungnya masalah pukul-pukulan ini, lingkaran setan ini, semakin saya tidak tahu apakah man-hater ini akan berkembang kemana. Radical feminism? sadistic feminism? frigid? atau malah lesbian? saya tidak tahu.

Tentunya banyak di luar sana perempuan yang mengalami lebih dari ini. Dengan kondisi yang lebih sulit pula. Tidak banyak yang mengungkapkan, tapi saya berharap, saya bisa bertemu dengan mereka. Inti dari kekerasan ini adalah membangun kembali mental yang hancur. And we walk together.

Forgive, sounds good
Forget, Im not sure I could
They said time heals everything
But I still waiting...


6 comments:

Rio mengatakan...

WHAT?!!?! Cowo macam apa ituh?!?!

Kejadian baru2 ini? Knapa si penyebabnya? #agakkepo

oncomdotcom mengatakan...

huahahaha udah agak lama sih kejadiannya, kira2 2.5 taun lalu lah..
penyebabnya mungkin karna gue terlalu begajulan kali yak..auk deh..tapi dimamana orang-orang kayaknya liat muka gue pengen mukul ya bawaannya?

Anonim mengatakan...

Kurang ajar amat com!
parah deh tu cowok, sok keren banget com!
Heran masih ada aja gitu yang mau com?

salut buat lu. kuat banget lu com!

oncomdotcom mengatakan...

hohoy anonim kamu siapa sih? cam com cam com wae

ria mengatakan...

memang berat kak. Mudah-mudahan yang berkaitan cepat sadar. Saya termasuk korban juga, kak. saya ingin berbagi cerita boleh kah?

tukang pukul mengatakan...

parah euy. diem-diem lu memendam juga. Sini mau bantuan buat gebuk balik?

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...